loading...
Bayi-bayi di Dasar Kali


Adalah nyanyi, adalah rintih pada nyanyi
adalah nyanyi yang tak terluput dari mulut
bahkan pun mulut yang telah biru dan dingin.
Angin dingin tak berbadan.
Gersik rumpun pimping, rumpun ilalang.
Wahai, nyanyi yang terluput dari liang luka
di hati arwah kecil dan putih.

Adalah bayi, adalah nyawa tersia di dasar sungai
adalah dendam
lewat bening air menikam mentari
adalah nyawa lepas di luar dayanya dan tahu.
Mengapa tak dibunuh bagai darah dikandungnya
mengapa tak ditolak bila pintu diketuknya?
Dimasukannya ia bagai tamu yang diharapkan
disimpan bagai buah tubuh yang diperam
dan bila telah berhak menatap panah mentari
amboi, ditidurkannya ia di dasar sungai!

Air sungai mahadingin
mencucinya sepanjang hari
matanya, menatap saja dan tiada berujung juga
tubuhnya kian putih dan kerikil masuk ke dagingnya.
Adalah nyanyi, adalah rintih pada nyanyi.
 
 
"Puisi: Bayi-bayi di Dasar Kali"
Puisi: Bayi-bayi di Dasar Kali
Karya: W.S. Rendra

Post a Comment

loading...
 
Top