loading...
Penjaja


Gayanya, Mama, gayanya!
Si bocah sendiri saja di jalan.
Dan betapa terpencil nyanyinya
jeladri lembaga nestapa.

Serabi! Serabi! Serabi!

Betapa terpencil nyanyinya
bau kesturi bagi malam yang tidur
tanpa indra tiada pingsan.
Hati pengembara dahaga
mengetuki pintu-pintu, jendela-jendela.

Oi! Gayanya melangkah!
Berhitungan satu-dua!
Dan betapa menyayat keriaannya
o, tatapan bola kaca-bola kaca!

Serabi! Serabi! Mas, serabi!

Malam khali
dan ia tengadah ke langit
Bulan letih oleh mabuknya
dan bintang keluar semua.

Ia berkata.
bukan pada siapa.
Tiada siapa.
Tiada juga apa.
Gayanya, Mama, gayanya!
Si bocah sendiri saja di jalan.
Dan betapa terpencil nyanyinya
jeladri lembaga nestapa.
 
 
"Puisi: Penjaja"
Puisi: Penjaja
Karya: W.S. Rendra

Post a Comment

loading...
 
Top