Surat Seorang Istri


Suamiku yang merantau
Malam ini bulan pucat
Pohon-pohon kelabu
Berayun, di atas khayalan pucat.
Dan betapa pula kelabu wajah hatiku
kerna aku tahu, suamiku,
Hari Natal yang bakal datang
kau tidak bisa pulang.

Betapa hambarnya rumah
tanpa bau rokokmu
dan bila hujan berdesar
kurindu mendengar bisikmu
yang biasa kudengar
bila pipi kita beradu.

Sarung bantalmu sudah kucuci
dan telah pula kubelikan
tembakau kesukaanmu.
Pun telah aku bayangkan
kau duduk di kursimu
menggulungkan rokok daun nipah
sementara di luar
hari bertambah tua.
Lalu datang suratmu
yang hanya membawa rindu
tapi bukan tubuhmu.
Aku menangis kecil, suamiku.

Tapi aku akan tabah, lakiku
kupalingkan hati dari segala pilu
dan aku kuturut segala perintahmu.

Engkau memang rajawali, Abang!
Tabah dan mengagumkan!
Harus kulepas engkau terbang
Bila penat mari kutimang.
Lelaki itu batang pohonan
Dan perempuan adalah pupuknya.

Rumah kita tetap tenteram:
Sorga kita berdua yang sederhana.
Rumput-rumput kusiangi
dan di lantai yang bersih
bermain anak-anak kita.
Mereka rajin menggosok gigi
dan selalu menyebut nama bapanya
di dalam doa malam mereka.

Sesekali Toto bertanya tentang kau.
Kubelai rambutnya dan kukatakan padanya:
"Bapa sedang terbang, tapi bakal pulang.
Ia seperti burung besar. Burung elang!"
Dan ia lalu berkata:
"Bapa burung elang dan Toto: Dakota!"
Wah, mulutnya sangat lucu
waktu berkata ingin jadi penerbang.

Sesekali kuajak anak-anak kita
jalan-jalan di pamatang.
Sitti asyik mengagumi kupu-kupu.
Sedang pada putra-putra kita
aku berkata:
"Sekali waktu Bapa datang
dan membeli sawah lebar untuk kita!"
Toto berkata:
"Tapi aku akan terbang!"

Dan Nono bersuara:
"Mama, aku bantu Bapa, ya?"
Ah, mereka sangat lucu dan menyenangkan!
Mata mereka besar
sebagai bapanya.

Di Hari Natal aku akan berdoa:
"Jesus Kecil jang manis!
Berilah lekas suamiku pulang
bila tujuannya telah berpegang.
Supaya tiap sore
bisa kuladeni teh yang panas
dan bila ia akan merokok
bisa kunyalakan api baginya."

Istrimu yang setia.


Siasat, 30 April 1968
"Puisi: Surat Seorang Istri (Karya W.S. Rendra)"
Puisi: Surat Seorang Istri
Karya: W.S. Rendra

Post a Comment

loading...
 
Top