loading...
Terompet


Terompet dilengkingkan napas nestapa
bagai pekik elang tua
membuat garis di pasir pantai.
Bau pandan di sepi malam
duri-durinya menyuruk di daging
Amboi aroma daun pandan!
Amboi amis darah dari daging!
Nestapa!
Mahaduka!
Didambakannya dahlia dua tangkai,
burung-burung dua pasang,
emas fajar yang pertama.
Nestapa! Mahaduka!
Menyepak-nyepak dalam dada
buyar napas isi rasa
lepas lewat kerongkong tembaga.
Terompet dilengkingkan napa nestapa
Arwah leluhur mencekik malam dena.
 
 
"Puisi: Terompet"
Puisi: Terompet
Karya: W.S. Rendra

Post a Comment

loading...
 
Top