Januari 2018
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Tuhan, Aku Cinta Pada-Mu

Aku lemas
Tapi berdaya
Aku tidak sambat rasa sakit
atau gatal.

Aku pengin makan tajin
Aku tidak pernah sesak nafas
Tapi tubuhku tidak memuaskan
untuk punya posisi yang ideal dan wajar.

Aku pengin membersihkan tubuhku
dari racun kimiawi.

Aku ingin kembali pada jalan alam
Aku ingin meningkatkan pengabdian
kepada Allah.


Tuhan, aku cinta pada-Mu
Rendra
31 July 2009
Mitra Keluarga
"Puisi: Tuhan, Aku Cinta Padamu (Karya W.S. Rendra)"
Puisi: Tuhan, Aku Cinta Pada-Mu
Karya: W.S. Rendra
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Ibunda

Engkau adalah bumi, Mama
aku adalah angin yang kembara.
Engkau adalah kesuburan
atau restu atau kerbau bantaian.

Kuciumi wajahmu wangi kopi
dan juga kuinjaki sambil pergi
kerna wajah bunda adalah bumi.
Cinta dan korban tak bisa dibagi.
"Puisi: Ibunda (Karya W.S. Rendra)"
Puisi: Ibunda
Karya: W.S. Rendra
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Orfeus


I
Lima menit sebelum kereta berangkat perempuan itu berkata kepadanya,"Orfeus, aku tak akan kembali". Di halte dusun itu ia terdiam. Dan peron terbujur. Dan toko tak bergerak. Bangku, jam, tiang lampu, seakan hanya tableau. Pintu gerbong tetap tertutup. Tangga tetap mengidap debu dan tak ia lihat jejak. Apa yang bisa dilakukannya? Ia, tersenyum, mencoba mengulurkan tangan, tapi hanya menyentuh syal: "Euridice, tempat ini terlalu sering mengucapkan selamat tinggal."

II
Pada pukul 7:10, sep stasiun mengenakan petnya, dan melambai. "Lihat, Orfeus, selalu ada sinyal yang sampai."

III
Rel yang meregang sampai ke hutan seperti dua frase tak bersentuhan - "Euridice!" orang-orang mendengar suara itu "Euridice!" tebing menyahut.

IV
"Pada tiap tikungan kali kau akan dapatkan aku menyanyi dengan merih yang merah. Aku mencarimu, Euridice, sampai kau hilang lagi."

V

Seperti basah hutan sehabis badai. Seperti asap panjang yang tak singgah. Pekik peluit lepas yang tak dipastikan. Barangkali di sana yang hilang akan selalu dikekalkan.

VI
Kemudian Orfeus bercerita: "Aku menghelamu dari gelap bawah-sadar. Tubuhmu lembab air tanah. Rambutmu tersibak seperti arus hitam, dan sedetik kulihat bekas pada pelipis: kematian. Sebuah liang yang memutih, meskipun samar, seperti tera. Barangkali ia telah tertoreh di sana, sebuah tanda mula, seperti titik genetik, seperti tilas tak tersentuh. Benarkah kulihat kau senyum, bibirmu yang kembali fana? Aku menghelamu dari dingin, Euridice." "Jangan menengok, Orfeus. Masa lalu selalu tak utuh lagi."

VII
Tapi laki-laki itu menengok. Ia ingin tahu benarkah waktu hilang jejak, benarkah Ajal tertinggal, benarkah yang kini ada di detik ini. Ia ingin sebuah perjalanan pulang, (meskipun tak tahu apa artinya "pulang") yang asyik tapi lempang, selurus rakit sebelum muara di bengawan yang terlindung. Ia salah. Euridice tak ditemukannya lagi.
 
2006
"Puisi: Orfeus (Karya Goenawan Mohamad)"
Puisi: Orfeus
Karya: Goenawan Mohamad
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Musik untuk Album Soundtrack Film Pitch Perfect 3 (2017) diisi dengan 19 lagu di dalamnya. Album ini rilis di iTunes pada tanggal 15 Desember 2017. Berikut daftar lagu yang ada di dalamnya.

"Daftar Kumpulan Lagu Soundtrack Film Pitch Perfect 3 (2017)"
Daftar Kumpulan Lagu Soundtrack Film Pitch Perfect 3 (2017)
  1. The Bellas - Universal Fanfare
  2. The Bellas - Toxic
  3. The New Barden Bellas - Sit Still, Look Pretty
  4. The Bellas, Evermoist, Saddle Up, Young Sparrow And DJ Dragon Nutz & Soldiers - Riff Off
  5. Young Sparrow And DJ Dragon Nutz - You Got It
  6. Saddle Up - Ex's and Oh's
  7. Evermoist - How a Heart Unbreaks
  8. The Bellas - Cheap Thrills
  9. The Bellas - I Don't Like It, I Love It
  10. The Bellas - Cake by the Ocean
  11. The Bellas - Freedom! '90
  12. Bomba Estéreo - Soy Yo
  13. Iggy Azalea - Boom Boom (Feat. Zedd)
  14. Kim Viera - Tribe
  15. Christopher Lennertz - Score Suite From Pitch Perfect 3
  16. Hana Mae Lee - Silent Night (Feat. 80fitz)
  17. Kelley Jakle & Shelley Regner - Baby, It's Cold Outside
  18. Chrissie Fit - Feliz Navidad
  19. The Bellas - Freedom! '90 x Cups (Feat. The Voice Season 13 Top 12 Contestants)

Lagu di bawah ini tidak dimasukkan ke dalam Album Soundtrack Film Pitch Perfect 3 (2017), namun ditampilkan di dalam film tersebut:
  1. Britney Spears - Toxic
  2. Daya - Sit Still, Look Pretty
  3. P!nk - Get the Party Started
  4. WALK THE MOON - Shut Up And Dance
  5. R. Kelly - Ignition (Remix)
  6. Dr. Dre - Let Me Ride
  7. Lenny Kravitz - Fly Away
  8. Saddle Up - One More Night
  9. Maroon 5 - One More Night
  10. Blondie - Call Me
  11. Ariana Grande - Love Me Harder (Feat. The Weeknd)
  12. Beyoncé - If I Were A Boy
  13. The Cranberries - Zombie
  14. Kelly Clarkson - Stronger (What Doesn't Kill You)
  15. Bruno Mars - Grenade
  16. Christina Perri - Human
  17. Avicii - Wake Me Up (Feat. Aloe Blacc)

Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Musik untuk Album Soundtrack Film Hostiles (2017) disusun oleh Max Richter. Album ini rilis di iTunes pada tanggal 5 Januari 2018. Album ini diisi dengan 19 lagu di dalamnya. Berikut daftar lagu yang ada di dalamnya.

"Daftar Kumpulan Lagu Soundtrack Film Hostiles (2017)"
Daftar Kumpulan Lagu Soundtrack Film Hostiles (2017)
  1. Max Richter - The First Scalp
  2. Max Richter - A Woman Alone
  3. Max Richter - Leaving the Compound
  4. Max Richter - Cradle to the Grave
  5. Max Richter - Scream at the Sky
  6. Max Richter - Camanche Ambush
  7. Max Richter - Where We Belong
  8. Max Richter - River Crossing
  9. Max Richter - A New Introduction
  10. Max Richter - Leaving Fort Winslow
  11. Ryan Bingham - How Shall a Sparrow Fly
  12. Max Richter - What Did They Die For?
  13. Max Richter - The Lord's Rough Ways
  14. Max Richter - Something to Give
  15. Max Richter - The Last of Them
  16. Max Richter - Appeasing the Chief
  17. Max Richter - Yellow Hawk's Warning
  18. Max Richter - Never Goodbye
  19. Max Richter - Rosalee Theme


Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Musik untuk Album Soundtrack Film Phantom Thread (2017) disusun oleh Jonny Greenwood. Album ini rilis di iTunes pada tanggal 12 Januari 2018. Album ini diisi dengan 18 lagu di dalamnya. Berikut daftar lagu yang ada di dalamnya.

"Daftar Kumpulan Lagu Soundtrack Film Phantom Thread (2017)"
Daftar Kumpulan Lagu Soundtrack Film Phantom Thread (2017)
  1. Jonny Greenwood - Phantom Thread I
  2. Jonny Greenwood - The Hem
  3. Jonny Greenwood - Sandalwood I
  4. Jonny Greenwood - The Tailor of Fitzrovia
  5. Jonny Greenwood - Alma
  6. Jonny Greenwood - Boletus Felleus
  7. Jonny Greenwood - Phantom Thread II
  8. Jonny Greenwood - Catch Hold
  9. Jonny Greenwood - Never Cursed
  10. Jonny Greenwood - That's As May Be
  11. Jonny Greenwood - Phantom Thread III
  12. Jonny Greenwood - I'll Follow Tomorrow
  13. Jonny Greenwood - House of Woodcock
  14. Jonny Greenwood - Sandalwood II
  15. Jonny Greenwood - Barbara Rose
  16. Jonny Greenwood - Endless Superstition
  17. Jonny Greenwood - Phantom Thread IV
  18. Jonny Greenwood - For the Hungry Boy


Lagu di bawah ini tidak dimasukkan ke dalam Album Soundtrack Film Phantom Thread (2017), namun ditampilkan di dalam film tersebut:
  • Oscar Peterson - My Foolish Heart
  • Oscar Peterson - My Ship
  • 1. Berceuse [Dolly Suite, Op. 56 for piano duet]
  • 2. Scherzo (Assez Vif et bien rythmè)
  • 1. Allegro [Piano Trio No. 2 in E Flat, Op. 100 D. 929]
  • Compadre Pedro Juan
  • 16 Waltzes, Op. 39 (1867 version), No. 11 in B Minor
  • Puck Beaverton's Tattoo
  • Billy Strayhorn - Day Dream
  • Symphonic Fantastique, Op. 14: II. A Ball
  • Scotland The Brave (Lagu Tradisional)
  • Kal's Kats - Auld Lang Syne (Lagu Tradisional)
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Musik untuk Album Soundtrack Film 12 Strong (2018) disusun oleh Lorne Balfe. Album ini rilis di iTunes pada tanggal 12 Januari 2018. Album ini diisi dengan 19 lagu di dalamnya. Berikut daftar lagu yang ada di dalamnya.

"Daftar Kumpulan Lagu Soundtrack Film 12 Strong (2018)"
Daftar Kumpulan Lagu Soundtrack Film 12 Strong (2018)
  1. Lorne Balfe - Generations
  2. Lorne Balfe - 20,000 Feet Above
  3. Lorne Balfe - Soldier's Wife
  4. Lorne Balfe - Waiting for Dostum
  5. Lorne Balfe - Drop Bombs
  6. Lorne Balfe - Writing Letters
  7. Lorne Balfe - Dostum's Cave
  8. Lorne Balfe - First Attack
  9. Lorne Balfe - 12 Strong
  10. Lorne Balfe - Fight Like You Ride
  11. Lorne Balfe - Ambush
  12. Lorne Balfe - Prayers
  13. Lorne Balfe - Warlord
  14. Lorne Balfe - Najib
  15. Lorne Balfe - The Tangi Gap Assault
  16. Lorne Balfe - Evac
  17. Lorne Balfe - Rescue
  18. Lorne Balfe - Handshake
  19. Lorne Balfe - Special Forces



Lagu di bawah ini tidak dimasukkan ke dalam Album Soundtrack Film 12 Strong (2018), namun ditampilkan di dalam film tersebut:
  1. Youssef El Mejjad - Al Adhan
  2. Jamal Farraki - Azan

Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Musik untuk Album Soundtrack Film Molly's Game (2017) disusun oleh Daniel Pemberton. Album ini rilis di iTunes pada tanggal 5 Januari 2018. Album ini diisi dengan 20 lagu di dalamnya. Berikut daftar lagu yang ada di dalamnya.

"Daftar Kumpulan Lagu Soundtrack Film Molly's Game (2017)"
Daftar Kumpulan Lagu Soundtrack Film Molly's Game (2017)
  1. Daniel Pemberton - Staring Down a Mountain
  2. Daniel Pemberton - Raided
  3. Daniel Pemberton - Molly's Journey
  4. Daniel Pemberton - Set It Up
  5. Daniel Pemberton - Play Your Hand
  6. Daniel Pemberton - Area Codes
  7. Daniel Pemberton - Cut the Pack
  8. Daniel Pemberton - Red & Black
  9. Daniel Pemberton - Pocket Kings
  10. Daniel Pemberton - The Rake
  11. Daniel Pemberton - House of Cards
  12. Daniel Pemberton - It Had to End
  13. Daniel Pemberton - The Playmates
  14. Daniel Pemberton - The Russians
  15. Daniel Pemberton - Molly's Dream
  16. Daniel Pemberton - Intruder
  17. Daniel Pemberton - Scars
  18. Daniel Pemberton - Beyond Your Means
  19. Daniel Pemberton - Therapy Session
  20. Daniel Pemberton - All the Beauty in the World

Lagu di bawah ini tidak dimasukkan ke dalam Album Soundtrack Film Molly's Game (2017), namun ditampilkan di dalam film tersebut:
  1. Alexander McCabe - Shakin
  2. Temple of the Dog - Say Hello 2 Heaven
  3. Eartha Kitt - C'est si bon
  4. George Harrison - Blow Away

Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Musik untuk Album Soundtrack Film Darkest Hour (2017) disusun oleh Dario Marianelli & Vikingur Olafsson. Album ini rilis di iTunes pada tanggal 17 November 2017. Album ini diisi dengan 19 lagu di dalamnya. Berikut daftar lagu yang ada di dalamnya.

"Daftar Kumpulan Lagu Soundtrack Film Darkest Hour (2017)"
Daftar Kumpulan Lagu Soundtrack Film Darkest Hour (2017)
  1. Prelude
  2. Where Is Winston?
  3. Full English
  4. A Telegram from the Palace
  5. One of Them
  6. Winston and George
  7. First Speech to the Commons
  8. The War Rooms
  9. From the Air
  10. I Wouldn't Trust Him with My Bicycle
  11. Radio Broadcast
  12. History Is Listening
  13. Dario Marianelli - An Ultimatum
  14. Dynamo
  15. We Must Prepare for Imminent Invasion
  16. Dario Marianelli - The Words Won't Come
  17. Just Before the Dawn
  18. District Line, East, One Stop.
  19. We Shall Fight

Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Musik untuk Album Soundtrack Film The Commuter (2018) disusun oleh Roque Baños. Album ini rilis di iTunes pada tanggal 19 Januari 2018. Album ini diisi dengan 16 lagu di dalamnya. Berikut daftar lagu yang ada di dalamnya.

"Daftar Kumpulan Lagu Soundtrack Film The Commuter (2018)"
Daftar Kumpulan Lagu Soundtrack Film The Commuter (2018)
  1. Roque Baños - A Commuter's Trip
  2. Roque Baños - Back Home Down
  3. Roque Baños - One Little Thing
  4. Roque Baños - They Are Watching You
  5. Roque Baños - Murdered for Help
  6. Roque Baños - Zone 7 Tickets
  7. Roque Baños - A Suspicious Man
  8. Roque Baños - The Seek Starts
  9. Roque Baños - A Beautiful Family
  10. Roque Baños - Moving Vagons
  11. Roque Baños - Do Not Stop the Train
  12. Roque Baños - Finding the Witness
  13. Roque Baños - The Train Wreck
  14. Roque Baños - I Won't Let Them Hurt You
  15. Roque Baños - Who Is Prince?
  16. Roque Baños - The End of the Line

Lagu di bawah ini tidak dimasukkan ke dalam Album Soundtrack Film The Commuter (2018), namun ditampilkan di dalam film tersebut:
  1. Blue Mink - Melting Pot
  2. Public Access TV - In The Mirror
  3. Cosima - Un-Named
  4. Ride Of The Valkyries (Disusun oleh Jeff Meegan/Julian Gallant/David Tobin)


Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Musik untuk Album Soundtrack Film The Post (2017) disusun oleh John Williams. Album ini rilis di iTunes pada tanggal 22 Desember 2017. Album ini diisi dengan 10 lagu di dalamnya. Berikut daftar lagu yang ada di dalamnya.

"Daftar Kumpulan Lagu Soundtrack Film The Post (2017)"
Daftar Kumpulan Lagu Soundtrack Film The Post (2017)
  1. John Williams - The Papers
  2. John Williams - The Presses Roll
  3. John Williams - Nixon's Order
  4. John Williams - The Oak Room, 1971
  5. John Williams - Setting the Type
  6. John Williams - Mother and Daughter
  7. John Williams - Scanning the Papers
  8. John Williams - Two Martini Lunch
  9. John Williams - Deciding to Publish
  10. John Williams - The Court's Decision and End Credits

Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Musik untuk Album Soundtrack Film Star Wars: Episode VIII - The Last Jedi (2017) disusun oleh John Williams. Album ini rilis di iTunes pada tanggal 15 Desember 2017. Album ini diisi dengan 20 lagu di dalamnya. Berikut daftar lagu yang ada di dalamnya.

"Daftar Kumpulan Lagu Soundtrack Film Star Wars: Episode VIII - The Last Jedi (2017)"
Daftar Kumpulan Lagu Soundtrack Film Star Wars: Episode VIII - The Last Jedi (2017)
  1. John Williams - Main Title and Escape
  2. John Williams - Ahch-To Island
  3. John Williams - Revisiting Snoke
  4. John Williams - The Supremacy
  5. John Williams - Fun With Finn and Rose
  6. John Williams - Old Friends
  7. John Williams - The Rebellion Is Reborn
  8. John Williams - Lesson One
  9. John Williams - Canto Bight
  10. John Williams - Who Are You?
  11. John Williams - The Fathiers
  12. John Williams - The Cave
  13. John Williams - The Sacred Jedi Texts
  14. John Williams - A New Alliance
  15. John Williams - "Chrome Dome"
  16. John Williams - The Battle of Crait
  17. John Williams - The Spark
  18. John Williams - The Last Jedi
  19. John Williams - Peace and Purpose
  20. John Williams - Finale


Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Mimpi Kita Bertuan Rindu
tentang H & A

Mimpi kita bertuan rindu
tak tentu kemana hati 'kan berpalu.
Ke tengahkah atau ke hulu
terlihat lagi sejarah pilu.

"Kau kekasihku,
mengapa kau menjadi satu
itukan nanti akan milikku
mengapa jua aku tak mau tau?"

Matahari tak mau surut
air mata tertahan berlarut-larut
siang dan sore tak mau turut
jiwaku masih diurut-urut.

"Kau kekasihku,
mengapa kau di 'laminan itu
itukan nanti akan milikku
mengapa jua kau tak tunggu daku?"

Santai tenang dan teduh
hatiku tak mau anjur-menganjur
pagi itu penuh peluh
kakakmu ikut unjur-belunjur.

(Temanku juga menghening kalbu
melihat kau duduk bersanding bahu)

Januari, 2018

"Puisi: Mimpi Kita Bertuan Rindu"
Puisi: Mimpi Kita Bertuan Rindu
Oleh: Arief Munandar
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Tanah Kelahiran

Di sini kapal oleng-gemoleng
angin tak ramah
nakhoda asyik di kemudi
kelasi tertimbun tali-temali
penumpang mendengar degup jantung
jantung sendiri.
Lelaki keras berpacu jalan
perempuan memetik dawai hatinya
waktu malam tiba
perahu menyusuri puncak ombak
hidup di padang perburuan
tak pernah usai
tak pernah usai.
 
 
"Puisi: Tanah Kelahiran (Karya Idrus Tintin)"
Puisi: Tanah Kelahiran
Karya: Idrus Tintin
Buku: Luput
Tahun: 1986
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Di Pelataran Agung-Mu Nan Lapang


Di pelataran agung-Mu
nan lapang kawanan burung merpati
sesekali sempat memunguti butir-butir
bebijian yang Engkau tebarkan
lalu terbang lagi
menggores-gores biru langit
melukis puja-puji
yang hening.

Di pelataran agung-Mu
nan lapang aku setitik noda
setahi burung merpati menempel pada pekat
gumpalan yang menyeret warna bias kelabu
berputaran mengatur
melaju luluh dalam gemuruh
talbiah, takbir dan tahmit.
Dikejar dosa-dosa
dalam kerumuman dosa
ada sebaris doa
siap kuucapkan
lepas terhanyut air mata
tersangkut di kiswah nan hitam.

Di pelataran agung-Mu
nan lapang
aku titik-titik tahi merpati
menggumpal dalam titik noda berputaran,
mengabur, melaju, luluh
dalam gemuruh talbiah,
takbir dan tahmit
mengejar ampunan dalam lautan
ampunan
terpelanting dalam qouf dan roja.
 
   
"Puisi: Di Pelataran Agung-Mu Nan Lapang (Karya Mustofa Bisri)"
Puisi: Di Pelataran Agung-Mu Nan Lapang
Karya: Mustofa Bisri (Gus Mus)
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Cintamu
Bukankah aku sudah mengatakan kepadamu, kemarilah
Rengkuk aku dengan sepenuh jiwamu
Datanglah, aku akan berlari menyambutmu
Tapi kau terus sibuk dengan dirimu.

Kalaupun datang kau hanya menciumi pintu rumahku
Tanpa meski sekedar melongokku
Kau hanya membayangkan dan menggambarkan diriku
Lalu kau rayu aku dari kejauhan.

Kau rayu dan memujaku
Bukan untuk mendapatkan cintaku
Tapi sekedar memuaskan egomu.

Kau memarahi mereka
Yang berusaha mendekatiku
Seolah olah aku sudah menjadi kekasihmu.

Apakah karena kau cemburu buta
Atau takut mereka lebih tulus mencintaiku
Pulanglah ke dirimu, aku tak kemana mana.
 
   
"Puisi: Cintamu (Karya Mustofa Bisri)"
Puisi: Cintamu
Karya: Mustofa Bisri (Gus Mus)
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Andai Kata


Andai kata kupunya
tak hanya
lengan lunglai
tempat kita meletakkan kalah.

Andai kata kupunya
tak hanya
pangkuan landai
tempat kita merebahkan resah.

Andai kata kupunya
tak hanya
dada luka
tempat kita menyandarkan duka.

Andai kata kupunya
tak hanya
tangan kelu
tempat kita menggenggam pilu.

Andai kata kupunya
tak hanya
kata-kata dusta
penyeka air mata.

Andai kata kupunya
tak hanya
telinga renta
penampung derita.

Andai kata
kupunya
tak hanya
Andai kata.
 
  
1414 H
"Puisi: Andai Kata (Karya Mustofa Bisri)"
Puisi: Andai Kata
Karya: Mustofa Bisri (Gus Mus)
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Orang Kecil Orang Besar


Suatu hari yang cerah
Di dalam rumah yang gerah
Seorang anak yang lugu
Sedang diwejang ayah-ibunya yang lugu.

Ayahnya berkata:
"Anakku,
Kau sudah pernah menjadi anak kecil
Janganlah kau nanti menjadi orang kecil!"

"Orang kecil kecil peranannya
Kecil perolehannya," tambah si ibu.

"Ya," lanjut ayahnya
"Orang kecil sangat kecil bagiannya
Anak kecil masih mendingan
Rengeknya didengarkan
Suaranya diperhitungkan
Orang kecil tak boleh memperdengarkan rengekan
Suaranya tak suara."

Sang ibu ikut wanti-wanti:
"Betul, jangan sekali-kali jadi orang kecil
Orang kecil jika jujur ditipu
Jika menipu dijujuri
Jika bekerja digangguin
Jika mengganggu dikerjain."

Ayah dan ibu berganti-ganti menasehati:
"Ingat, jangan sampai jadi orang kecil
Orang kecil jika ikhlas diperas
Jika diam ditikam
Jika protes dikentes
Jika usil dibedil."

"Orang kecil jika hidup dipersoalkan
Jika mati tak dipersoalkan."

"Lebih baik jadilah orang besar
Bagiannya selalu besar."

"Orang besar jujur-tak jujur makmur
Benar-tak benar dibenarkan
Lalim-tak lalim dibiarkan."

"Orang besar boleh bicara semaunya
Orang kecil paling jauh dibicarakan saja."

"Orang kecil jujur dibilang tolol
Orang besar tolol dibilang jujur
Orang kecil berani dikata kurang ajar
Orang besar kurang ajar dikata berani."

"Orang kecil mempertahankan hak
disebut pembikin onar
Orang besar merampas hak
disebut pendekar."

Si anak terus diam tak berkata-kata
Namun dalam dirinya bertanya-tanya:
"Anak kecil bisa menjadi besar
Tapi mungkinkah orang kecil
Menjadi orang besar?"

Besoknya entah sampai kapan
si anak terus mencoret-coret
dinding kalbunya sendiri:
"O r a n g   k e c i l ? ? ?
O r a n g   b e s a r ! ! !"
 
  
1993
"Puisi: Orang Kecil Orang Besar (Karya Mustofa Bisri)"
Puisi: Orang Kecil Orang Besar
Karya: Mustofa Bisri (Gus Mus)
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Maju Tak Gentar


Maju tak gentar
Membela yang mungkar.
Maju tak gentar
Hak orang diserang.
Maju tak gentar
"Pasti kita menang!"
 
  
1993
"Puisi: Maju Tak Gentar (Karya Mustofa Bisri)"
Puisi: Maju Tak Gentar
Karya: Mustofa Bisri (Gus Mus)
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Pilihan


Antara kaya dan miskin tentu kau memilih miskin
Lihatlah kau seumur hidup tak pernah merasa kaya.

Antara hidup dan mati tentu kau memilih mati
Lihatlah kau seumur hidup mati-matian mempertahankan kematian.

Antara perang dan damai tentu kau memilih damai
Lihatlah kau habiskan umurmu berperang demi perdamaian.

Antara beradab dan biadab tentu kau memilih beradab
Lihatlah kau habiskan umurmu menyembunyikan kebiadaban dalam peradaban.

Antara nafsu dan nurani tentu kau memilih nurani
Lihatlah kau sampai menyimpannya rapi jauh dari kegalauan dunia ini.

Antara dunia dan akhirat tentu kau memilih akhirat
Lihatlah kau sampai menamakan amal-dunia sebagai amal akhirat.

Antara ini dan itu
Benarkah kau memilih itu?
 
  
1410 H
1989 M
"Puisi: Pilihan (Karya Mustofa Bisri)"
Puisi: Pilihan
Karya: Mustofa Bisri (Gus Mus)
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Kau Ini Bagaimana atau Aku Harus Bagaimana?


Kau ini bagaimana?
Kau bilang aku merdeka, kau memilihkan untukku segalanya.
Kau suruh aku berpikir, aku berpikir kau tuduh aku kapir.

Aku harus bagaimana?
Kau bilang bergeraklah, aku bergerak kau curigai.
Kau bilang jangan banyak tingkah, aku diam saja kau waspadai.

Kau ini bagaimana?
Kau suruh aku memegang prinsip, aku memegang prinsip kau tuduh aku kaku.
Kau suruh aku toleran, aku toleran kau bilang aku plin-plan.

Aku harus bagaimana?
Aku kau suruh maju, aku mau maju kau selimpung kakiku.
Kau suruh aku bekerja, aku bekerja kau ganggu aku.

Kau ini bagaimana?
Kau suruh aku taqwa, khotbah keagamaanmu membuatku sakit jiwa.
Kau suruh aku mengikutimu, langkahmu tak jelas arahnya.

Aku harus bagaimana?
Aku kau suruh menghormati hukum, kebijaksanaanmu menyepelekannya.
Aku kau suruh berdisiplin, kau menyontohkan yang lain.

Kau ini bagaimana?
Kau bilang Tuhan sangat dekat, kau sendiri memanggil-manggil-Nya dengan pengeras suara setiap saat.
Kau bilang kau suka damai, kau ajak aku setiap hari bertikai.

Aku harus bagaimana?
Aku kau suruh membangun, aku membangun kau merusakkannya.
Aku kau suruh menabung, aku menabung kau menghabiskannya.

Kau ini bagaimana?
Kau suruh aku menggarap sawah, sawahku kau tanami rumah-rumah.
Kau bilang aku harus punya rumah, aku punya rumah kau meratakannya dengan tanah.

Aku harus bagaimana?
Aku kau larang berjudi, permainan spekulasimu menjadi-jadi.
Aku kau suruh bertanggung jawab, kau sendiri terus berucap Wallahu A'lam Bisshowab.

Kau ini bagaimana?
Kau suruh aku jujur, aku jujur kau tipu aku.
Kau suruh aku sabar, aku sabar kau injak tengkukku.

Aku harus bagaimana?
Aku kau suruh memilihmu sebagai wakilku, sudah 'ku pilih kau bertindak sendiri semaumu.
Kau bilang kau selalu memikirkanku, aku sapa saja kau merasa terganggu.

Kau ini bagaimana?
Kau bilang bicaralah, aku bicara kau bilang aku ceriwis.
Kau bilang jangan banyak bicara, aku bungkam kau tuduh aku apatis.

Aku harus bagaimana?
Kau bilang kritiklah, aku kritik kau marah.
Kau bilang carikan alternatifnya, aku kasih alternatif kau bilang jangan mendikte saja.

Kau ini bagaimana?
Aku bilang terserah kau, kau tidak mau.
Aku bilang terserah kita, kau tak suka.
Aku bilang terserah aku, kau memakiku.

Kau ini bagaimana?
Atau aku harus bagaimana?
 
  
1987
"Puisi: Kau Ini Bagaimana atau Aku Harus Bagaimana? (Karya Mustofa Bisri)"
Puisi: Kau Ini Bagaimana atau Aku Harus Bagaimana?
Karya: Mustofa Bisri (Gus Mus)
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Kuberi Engkau Sayap

Kuberi engkau sayap
Terbanglah.
Menjauh atau mendekat
Terserah.
  
Pekanbaru, 1977
"Puisi: Kuberi Engkau Sayap (Karya Aldian Aripin)"
Puisi: Kuberi Engkau Sayap
Karya: Aldian Aripin
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Elang Laut

Seekor elang laut
terbang
tak juga ia menyambar.

Terik dan lelah
ia pun menyerah.

Kesepian.
  
Tanjung Balai Karimun, 1977
"Puisi: Elang Laut (Karya Aldian Aripin)"
Puisi: Elang Laut
Karya: Aldian Aripin
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Batu Kenangan

Di sini, di jantung kota ini
di sini, di dalam hatiku
'ku lagukan sebuah nyanyian
tidak lagi untukmu.

Kulihat langit merah
dan mendung hitam
mewarnai kesunyian senja
yang berangsur kelam.

Kulihat engkau melintas di jalan ini
seperti sejak sepuluh tahun dahulu
berjalan sendiri menepi-nepi
sepi bergayut di setiap langkahmu

Pernah kita berkenalan
bersahabat dan bercinta
bahwa akhirnya berantakan
karena kau tak setia.

Baiklah, di sini, di ambang jendela ini
'ku habiskan hari-hari liburku
dengan sebuah buku dan secangkir kopi
dan kenangan yang membatu.
  
1963
"Puisi: Batu Kenangan (Karya Aldian Aripin)"
Puisi: Batu Kenangan
Karya: Aldian Aripin
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Marilah Sayang

Kuburlah sayang segala sendu
seluruh alam buat berlagu.

Kalau kau rindu cinta yang mekar
tataplah sayang bintang berninar.

Karena hatiku iba dan duka
marilah sayang kita lalui jalan terbuka.

Pegang tanganku erat mari kita jalan berbimbing
ke daerah biru, jauh dari kerontang tanah kering.
  
1958
"Puisi: Marilah Sayang (Karya Aldian Aripin)"
Puisi: Marilah Sayang
Karya: Aldian Aripin
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Balada Penyair dan Gadisnya

Bila pagi membuka
matahari memancar cerah
kala itu si gadis tercinta
melangkah ke luar rumah.

Di jalan ini juga
ia pergi sendiri
di jalan ini juga.
ia pulang sendiri.

Seorang penyair muda
yang kesepian hati
rindu selalu mendera
ke mana ia pergi.

Kalau si gadis lalu di jalan
si penyair lari ke jendela
gelegak ludah ia telan
ai gadis betapa jelita.

Ia peram dalam hati
rindu yang amat mesra
pada gadis seorang ini
ia terus mendamba.

Berjalan waktu berjalan
lamban pagi dan senja
kenangan demi kenangan
si gadis teringat saja.

Karena damba dan kesepian
si penyair menjaring berita
tentang gadis kecintaan
siapa nama di mana rumahnya.

Ia pun menulis surat:
Kusampaikan padamu sayang
damba yang padat
mesra sekali sayang.

Berharian ia menunggu
balasan dari si gadis
gemetar dan kaku
ia buka surat si gadis.

Ah penyair yang kesepian
salam kembali padamu
dariku apa yang kau harapkan
maka kau begitu rindu?

Dasar apa, karena apa
aku sendiri tak tahu
tapi begitu saja
aku cinta padamu.

Gadis jelita, jangan bantah
siapa juga cinta padamu
supaya aku tak gelisah
biarkan daku mencintaimu.
Ah lelaki -
cintamu bagai ombak
sedang menghempas ke tepi
perempuan bagaikan tambak.

Pernah kudengar berita
tentang cinta tentang birahi
menempuh jalan terbuka
keduanya bahagia keduanya mati.

Aku tidak mau
cintaku mengabur
aku tidak mau
cintaku terkubur.

Tapi penyairlah dia
yang takkan mati-mati
dan terkutuklah dia
siapa yang tak mengerti.

Gadis, aku percaya
kau akan mengerti
Gadis, aku percaya
penyair takkan mati-mati.

Aku mengerti apa yang kudengar
tapi sabar, ya tunggu dulu
aku lihat matamu berbinar
aku percaya aku tak ragu.

Akan terdampar ke malam mana
o malam yang makin sayu
damba penyair akan gadisnya
erat berpadu dalam sajakku.

Bila pagi membuka pula
ia nantikan senyum si gadis
bila malam mengunci segala
terbayang wajah yang manis.

Dan penyairlah dia
yang takkan mati-mati
dan terkutuklah dia
siapa yang tak mengerti.
  
1959
"Puisi: Balada Penyair dan Gadisnya (Karya Aldian Aripin)"
Puisi: Balada Penyair dan Gadisnya
Karya: Aldian Aripin
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Begitukah Masa Lalu itu?
-untuk Mantan


Berserah,
tapi tidak berterima.
Menuntun pada damba,
'muara pada rindu.
'bicara dengan tenang,
'teriak dengan bisu.

Pada suara-suara buta,
Rembulan berhamburan.
Yang membalut keseimbangan,
(jua) menyeret kesenjangan.

Sejauh itukah aku pergi?
Oh hendak aku berdiri,
sampai engkau menagih,
bayang-bayang yang berduri.

Sejauh itukah aku kembali?
Oh hampir aku membesi,
sampai kembali menggali,
sejauh itukah aku kembali?

Oh hampir aku melupa,
sampai sedikit aku mengingat,
bahwa nyata...
Oh nyata, senyumnya memang teduh.
Merupa bagai tentu,
meraba tak bisa tersentuh.
Nah oh,
begitukah masa lalu itu?

Oh hampir aku melupa,
sampai engkau memberi ingat,
bahwa nyata...
Oh nyata, aku punya kelam itu.
Merupa bagai tentu,
meraba tak bisa tersentuh.
Nah oh,
begitukah masa lalu itu?
23 Januari,
2018
"Puisi: Begitukah Masa Lalu itu?"
Puisi: Begitukah Masa Lalu itu?
Oleh: Arief Munandar
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Hampa
Kepada Sri

Sepi di luar. Sepi menekan mendesak.
Lurus kaku pohonan. Tak bergerak
Sampai ke puncak. Sepi memagut,
Tak satu kuasa melepas-renggut

Segala menanti. Menanti. Menanti.
Sepi.

Tambah ini menanti jadi mencekik
Memberat-mencekung punda

Sampai binasa segala. Belum apa-apa
Udara bertuba. Setan bertempik
Ini sepi terus ada. Dan menanti.

"Puisi: Hampa (Karya Chairil Anwar)"
Puisi: Hampa
Karya: Chairil Anwar
=================================
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Surat Cinta

Bukankah surat cinta ini ditulis
ditulis ke arah siapa saja
Seperti hujan yang jatuh ritmis
menyentuh arah siapa saja

Bukankah surat cinta ini berkisah
berkisah melintas lembar bumi yang fana
Seperti misalnya gurun yang lelah
dilepas embun dan cahaya.

1963
"Puisi: Surat Cinta (Karya Goenawan Mohamad)"
Puisi: Surat Cinta
Karya: Goenawan Mohamad
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Pertemuan
Meniti tasbih
malam pelan-pelan
Dan burung kedasih
menggaris gelap di kejauhan
kemudian adalah pesona:
wajah-Nya tersandar ke kaca jendela
memandang kita, memandang kita lama-lama.

Demikianlah sunyi telah diturunkan
dan demikianlah Nabi telah dititahkan
dan demikian pula manusia
dikirim ke bumi yang terbentang,
dari sorga
yang telah ditutupkan. Dan kini tinggallah cinta
memancar-mancar dari sunyi kaca jendela.
1964
"Puisi: Pertemuan (Karya Goenawan Mohamad)"
Puisi: Pertemuan
Karya: Goenawan Mohamad
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
15 Tahun lagi
15 tahun lagi ia tak akan di kamar ini.
Seperti warna biru pada gordin
yang dihisap matahari.
Tapi ia mungkin akan bisa menyisakan
merah meja
dengan bekas nikotin
pada amplop terakhir.
Jam yang bersembunyi
dari Tuhan
yang tak membuat
ia yakin.
Salahkah ia,
yang tak begitu percaya
pada salam, atau sekadar suara
di atap kamar itu,
kalimat pelan-pelan
yang akhirnya
hanya hujan?
Mungkin hujan?
Apa yang diharapkannya?
Tentu bukan hujan!
Ia hanya tak ingin terpisah
dari nyanyi murung
sebuah lagu Brazil,
pada cello
yang setengah serak
yang terapung-apung, sentimentil,
di luar, pada pucuk pohon
dan gerak awal
sejumlah mendung:
Sem voce, sem voce.
Mungkin ia kangen, sebenarnya,
tapi "aku malu", katanya, pesimistis
pada telegram
yang mungkin mengetuk.
dari luar itu, dari gerimis
yang berkata: 15 tahun lagi
akan ada seseorang
di kamar ini.
 

2008/09
"Puisi: 15 Tahun lagi (Karya Goenawan Mohamad)"
Puisi: 15 Tahun lagi
Karya: Goenawan Mohamad
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Musik untuk Album Soundtrack Film The Greatest Showman (2017) diisi dengan 11 lagu di dalamnya; yang dimana dibawakan penyanyi yang berbeda-beda. Album ini rilis di iTunes pada tanggal 8 Desember 2017. Berikut daftar lagu yang ada di dalamnya.

"Daftar Kumpulan Lagu Soundtrack Film The Greatest Showman (2017)"
Daftar Kumpulan Lagu Soundtrack Film The Greatest Showman (2017)
  1. Hugh Jackman, Keala Settle, Zac Efron, Zendaya & The Greatest Showman Ensemble - The Greatest Show
  2. Ziv Zaifman, Hugh Jackman & Michelle Williams - A Million Dreams
  3. Austyn Johnson, Cameron Seely & Hugh Jackman - A Million Dreams (Reprise)
  4. Hugh Jackman, Keala Settle, Daniel Everidge, Zendaya & The Greatest Showman Ensemble - Come Alive
  5. Hugh Jackman & Zac Efron - The Other Side
  6. Loren Allred - Never Enough
  7. Keala Settle & The Greatest Showman Ensemble - This Is Me
  8. Zac Efron & Zendaya - Rewrite the Stars
  9. Michelle Williams - Tightrope
  10. Loren Allred - Never Enough (Reprise)
  11. Hugh Jackman & The Greatest Showman Ensemble - From Now On


Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Meditasi


Dalam tiga waktu,
Apa lagikah yang mesti diucapkan
dalam gaung waktu bersautan?
Di empat penjuru
malaikat pun berlagu, lewat kabut
dan terasa
hari berbisik.

Ada sekali peristiwa
di relung-relung sunyi Hira
terdengar seru:
"bacalah dengan nama Tuhanmu."

Maka terbacalah,
Tapi terbaca juga sepi ini kembali,
menggetar, pada senyum penghabisan
dan jatuh dalam sajak,
sajak yang melambaikan tangan, terbuka
dan bicara dengan senja di atas cakrawala:
ada sesuatu yang terpandang bening 
dalam diriku, antara dinding,
dimana terbunuh nama-Mu
yang menjanjikan damai itu.

Bila langit pun kosong, dan berserakan bintang 
mengisinya : tidakkah akan kami gelisahkan, Tuhan
segala ini? Tidakkah semacam duka
untuk memburu setiap kata, setiap justa
tentang kejauhan-Mu, tentang rahasia?
Sebab Engkaulah arah singgah
yang penuh penjuru
seperti bumi, hati dan mungkin puisi
yang berkata lewat sepi, lewat usia
kepadaku.

Maka siapkan waktu,
dengan suara-Mu tegap
yang sediam lembut
detik-detik darah tersekap
sementara baringkan
kota dalam tidur jauh, malam.

Berikan pula kami antara diam ini
percakapan tiada sedih. Hanyalah malam
yang makin tebal bila larut. Hanyalah lengang
yang tertentang di ruang kusut. Tapi kami yang diam
bisa bicara, Tuhan, dalam selaksa warna-warni
dan tidak ada perlunya sorga, dalam kemerdekaan
seperti ini.

Yang terhuni
suara-suara bersendiri
tak ada perlunya sorga yang jauh
yang pasti dingin menyentuh:
tanah yang dijanjikan
dan telah ditinggalkan

Memusat matahari di bumi yang siang.
Terpukau air kemarau, rumputan kering di padang-padang.
Ini pun satu malam, dan kami mengerti
jauh dari indera yang telanjang. Di tepi-tepi
mencecah terik : namun di manakah sedih suara
antara bisik-bisik jantung yang mengungkapkan kata-kata?

Ada sekali peristiwa
di relung-relung sunyi
terdengar seru :
"Bacalah nama Tuhanmu"

Maka berikanlah sunyi itu kembali
sebab kami mengerti: Engkau tak hendakkan
kami terima sedih alam ini,
alam yang sendiri,
yang terhampar jauh, sahabat tak terduga.
Kabarkan: apa lagikah yang terucapkan,
dalam gaung waktu bersautan
yang begini damai, senyap,
Tuhan, begini menyekap.



1962
"Puisi: Meditasi (Karya Goenawan Mohamad)"
Puisi: Meditasi
Karya: Goenawan Mohamad
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Perempuan Itu Menggerus Garam


Perempuan itu menggerus garam pada cobek
di sudut dapur yang kekal.
"Aku akan menciptakan harapan," katanya, "pada batu hitam."
Asap tidak pernah singkat. Bubungan seperti warna dunia
dalam mimpi Yeremiah.

Ia sendiri melamunkan ikan, yang berenang di akuarium,
seperti balon-balon malas yang tak menyadari warnanya,
ungkapannya, di angkasa. "Merekalah yang bermimpi,"
katanya dalam hati.

Tapi ia sendiri bermimpi. Ia memimpikan busut-busut terigu, yang
turun, seperti hujan menggerutu. Di sebuah ladang. Enam
orang berlari seakan ketakutan akan matahari.
"Itu semua anakku," katanya. "Semua anakku."

Ia tidak tahu ke mana mereka pergi, karena sejak itu tidak ada
yang pulang. Si bungsu, dari sebuah kota di Rusia, tak pernah
menulis surat. Si sulung hilang. Empat saudara kandungnya
hanya pernah mengirimkan sebuah kalimat,
"Mak, kami hanya pengkhianat."

Barangkali masih ada seorang gadis, di sajadah yang jauh,
(atau mungkin mimpi itu hanya kembali,)
yang tak mengenalnya. Ia sering berpesan dengan
bahasa diam asap pabrik. Ia tak berani tahu siapa dia,
ia tidak berani tahu.

Perempuan itu hanya menggerus garam pada cobek
di sudut dapur yang kekal.


1995
"Puisi: Perempuan Itu Menggerus Garam (Karya Goenawan Mohamad)"
Puisi: Perempuan Itu Menggerus Garam
Karya: Goenawan Mohamad