loading...

Begitukah Masa Lalu itu?
-untuk Mantan


Berserah,
tapi tidak berterima.
Menuntun pada damba,
'muara pada rindu.
'bicara dengan tenang,
'teriak dengan bisu.

Pada suara-suara buta,
Rembulan berhamburan.
Yang membalut keseimbangan,
(jua) menyeret kesenjangan.

Sejauh itukah aku pergi?
Oh hendak aku berdiri,
sampai engkau menagih,
bayang-bayang yang berduri.

Sejauh itukah aku kembali?
Oh hampir aku membesi,
sampai kembali menggali,
sejauh itukah aku kembali?

Oh hampir aku melupa,
sampai sedikit aku mengingat,
bahwa nyata...
Oh nyata, senyumnya memang teduh.
Merupa bagai tentu,
meraba tak bisa tersentuh.
Nah oh,
begitukah masa lalu itu?

Oh hampir aku melupa,
sampai engkau memberi ingat,
bahwa nyata...
Oh nyata, aku punya kelam itu.
Merupa bagai tentu,
meraba tak bisa tersentuh.
Nah oh,
begitukah masa lalu itu?
23 Januari,
2018
"Puisi: Begitukah Masa Lalu itu?"
Puisi: Begitukah Masa Lalu itu?
Oleh: Arief Munandar

Post a Comment

loading...
 
Top