loading...
Doa Seorang Serdadu Sebelum berperang
Tuhanku
wajah-Mu membayang di kota terbakar
dan firman-Mu terguris di atas ribuan
kuburan yang dangkal.
Anak menangis kehilangan bapa.
Tanah sepi kehilangan lelakinya.
Bukanya benih yang disebar di bumi subur ini
tapi bangkai dan wajah mati yang sia-sia.
Apabila malam turun nanti
sempurnalah sudah warna dosa
dan mesiu kembali lagi bicara.
Waktu itu, Tuhanku,
perkenankan aku membunuh
perkenankan aku memasukkan sangkurku.
Malam dan wajahku
adalah satu warna.
Dosa dan nafasku
adalah satu udara.
Tak ada lagi pikiran
kecuali menyadari
biarpun bersama penyesalan.
Apa yang bisa diucapkan
oleh bibirku yang terjajah?
sementara kulihat kedua tangan-Mu yang capai
mendekap bumi yang mengkhianati-Mu
Tuhanku.
Erat-erat kugenggam senapanku.
Perkenankan aku membunuh
Perkenankan aku menusukkan sangkurku.
 
 
"Puisi: Doa Seorang Serdadu Sebelum berperang (Karya W.S. Rendra)"
Puisi: Doa Seorang Serdadu Sebelum berperang
Karya: W.S. Rendra

Post a Comment

loading...
 
Top