Jalan Bogor - Jasinga


Di tengah jalan menuju Jasinga
Tuhan mengucapkan selamat sore
sambil membukakan tangan-Nya
dan memberi pemandangan senja kala.
Bis mendaki jalan meninggi
menempuh bau pupuk tanah.
Di langit perak dan tembaga
di bumi kain jemuran bidadari.
Dan mentari merendah di puncak kelapa.
Di sungai yang berbatu
hanyutlah kesangsianku.
Angin memasuki lengan baju
dan kenangan-kenangan gaib masa kanak-kanakku
dengan tandas menciumku.
Lalu padi dan ilalang mulai mengantuk.
Mereka berangkat tidur dengan warna suasa.
Di rumah-rumah berkolong orang-orang menutup jendela.
Seorang bocah duduk di tangga
merampungkan makan sorenya.
Kemudian
sementara seorang pengail pulang bergegas ke rumahnya
turunlah tanda musim hujan yang pertama.
Dan dengan ramah
Tuhan mengerdipkan sebelah mata-Nya.
Maka jam tujuh lebih sampailah kami ke Jasinga.
Dan di dalam secangkir kopi yang pertama
'ku minumlah senja kala yang baru saja.

 
 
"Puisi: Jalan Bogor - Jasinga (Karya W.S. Rendra)"
Puisi: Jalan Bogor - Jasinga
Karya: W.S. Rendra

Post a Comment

loading...
 
Top