loading...
Melamar Widya
Disaksikan Beno Siang Pamungkas

Wid pukul 7.30 pagi ini aku datang melamarmu
jangan tukar pakaianmu yang lembab itu
karena itulah simbol perempuan yang kuinginkan
mengerti sumur dapur kasur dan meja kerja tapi nanti
kau tak perlu kerja keras untuk itu karena kita
akan membantu orang lain di sini meringankan
pekerjaanmu dan kita akan berbagi rasa dengannya.

Tapi sayang semua itu hanya keinginanku karena
kau masih butuh waktu dua tahun untuk memikirkannya
sementara aku butuh senyummu setiap saat untuk
mengimbangi kekerasan negara yang dikemudikan
diktator dan kau tak perlu menunggu ibumu untuk
menjawab ketulusanku jawablah sendiri biar aku lega
pergi dengan puisi seperti ini lagi pula Beno siang
cukup mengerti kau tak perlu malu atau merasa
bersalah kalau kau menolak atau tak suka
karena aku sudah terbiasa ditolak untuk membacakan
puisi karena mereka bilang kata-kata dalam puisiku
buruk dan mereka tak tau kalau itu cermin dari
perilaku buruk mereka mencuri memperkosa dan
menindas hak rakyat sekarang kembalilah
teruskan cucianmu.
Widya.

Semarang

"Puisi: Melamar Widya (Karya Acep Syahril)"
Puisi: Melamar Widya
Karya: Acep Syahril

Post a Comment

loading...
 
Top