loading...

Pasarmalam Sriwedari, Solo


Di tengah lampu aneka warna,
balon mainan bundar-bundar.
rok-rok pesta warna,
dan wajah-wajah tanpa jiwa,
kita jagal sendiri hati kita,
setelah telinga jadi pekak
dan mulut terlalu banyak tertawa
dalam dusta yang murah
dan bujukan yang hampa.

Mencubiti pantat wanita
tidak membuat kita tambah dewasa.
Dilindungi bayangan tenda-tenda
kita menutup malu kita
dengan kenakalan tanpa guna.
Tempat ini sangat bising dan bising sekali.
Gong, gendang, gitar dan biola.
terkacau dalam sebuah luka.
Ayohlah!
Anda sedang menertawakan dunia,
ataukah dunia sedang menertawakan anda?
 
 
"Puisi: Pasarmalam Sriwedari, Solo (Karya W.S. Rendra)"
Puisi: Pasarmalam Sriwedari, Solo
Karya: W.S. Rendra

Post a Comment

loading...
 
Top