Surat Cinta dari Sangkakala


Ya Allah...
telah kami terima Surat Cinta-Mu
tertanggal hari ini yang dikirim peniup
seruling sejati di antara kealfaan dan
keasyik-masyukkan kami surat cinta yang
Engkau tulis dengan tinta biru sebagai
tanda Kasih dan Maha Sayang-Mu surat cinta
yang begitu panjang menegangkan yang Engkau
tulis tak sampai dalam satu tarikan nafas
membuat kami terus menangis terisak tersedu
membaca gugusan kata-kata hancur berserak dengan
tubuh dan nyawa terlunta-lunta.

Surat cinta yang bercerita tentang tanah darat
laut udara sebagai ungkapan Rindu-Mu yang membuat
kami malu kami tau inilah Surat Cinta-Mu yang
telah engkau janjikan itu dan telah kami terima
saat mata hati dan perasaan kami menjauh fana.

Ya Allah...
inikah Surat Cinta-Mu dengan segala
keputusan yang harus kami terima selain bencana
korupsi yang nyaris membuat kami hilang akal
dan putus asa surat cinta yang kertasnya
lembab di tangan kesedihan tak berkira dengan
torehan luka maha dalam
surat cinta yang bercerita tentang hujan dan panas
surat cinta yang bercerita tentang air berwajah
beringas dengan lidah api dari laut lepas surat
cinta yang bercerita tentang angkasa dan
burung-burung meranggas
surat cinta yang bercerita tentang pohon-pohon
dan akar yang dikelupas
surat cinta yang bercerita tentang tanah pasir
dan lendir panas
surat cinta yang bercerita tentang tanah
rumah dan nyawa yang hilang nafas.

Ya Allah...
inikah Surat Cinta-Mu yang penuh cemburu itu
yang dikirim Peniup Seruling Sejati-Mu
disaat kami lupa mengingat dan merayu-Mu
surat cinta yang memang sepatutnya kami terima
sebagai bukti bahwa Kau benar-benar Maha
Mencintai sementara kami berpaling dari Kemaha-
Kasih dan Sayang-Mu.

Ya Allah...
maafkanlah kami yang telah berselingkuh dari
Kemaha-Setiaan-Mu dan berpaling ke cinta yang
tak Kau ridhoi dengan menabur fitnah hasut dan
saling ingin menguasai tanah sekerabat sedarah
seurat tanah yang Kau cipta-bentang tegakkan urat
yang Kau sebar-suburkan dan darah yang Kau
alir-hidupkan telah kami
rusak dengan saling mencacah menumbuk
penuh takabur dengan kekuatan
kerakusan dan keserakahan
tapi kini apa yang kami cintai itu telah
Engkau ratakan dengan tanah harta tahta
dan dunia berubah runta darah daging dan tulang
membusuk dimana-mana.

Sekarang kami tak tau di mana ayah di mana
ibu di mana anak di mana adik di mana kakak
di mana ipar di mana keponakan di mana
saudara famili kerabat dan handai-tolan
di mana di mana di mana yatim kan kami titipkan.

Ya Allah...
hari ini kami baru sadar akan jalan pulang
setelah membaca Surat Cinta-Mu yang panjang
menegangkan surat cinta yang mengingatkan kami
untuk bertandang menemu cahya menemu gulita
menemu alfa menemu cinta.

Surat cinta yang mengajarkan kami untuk
pulang ke bilik ke latifa ke bilik ke sadik
ke bilik baqa
Ya Allah...
ampunilah kami hamba-hamba-Mu yang tak punya
malu ini ampunilah ampunilah ampunilah kami
Ya Allah...


Indramayu

"Puisi: Surat Cinta dari Sangkakala (Karya Acep Syahril)"
Puisi: Surat Cinta dari Sangkakala
Karya: Acep Syahril

Post a Comment

loading...
 
Top