Amsal Kelapa

Seberat-berat derita
adalah derita pohon kelapa
seluruh lakon adalah luka
tapi ikhlas jua
saat dipetik dijatuhkan
saat dikupas tersakitkan
saat disantan diperaskan
saat tuk minyak dipanaskan
sampai akhir kisah nama pun
bukan mengusung kata kelapa.

Berada antara
takdir dan kodrat.

Dekaplah pohon hayat
jiwa putih tanpa ulat.

Saat gabah desir ditampi
kau bahkan diberkahi.

Pohon kelapa meditasi di pendapa
perempuan meditasi dalam jiwa.

Wisma Seni, Solo
April, 1999
"Puisi: Amsal Kelapa (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Amsal Kelapa
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top