Angin Utara

Di jalan lurus pohon-pohon tumbuh
berjajar seperti lukisan di buku
masa kanak-kanakku yang telah tenggelam
di jalan lurus kendaraan-kendaraan besar
pergi datang menyembunyikan keberuntungan
sedianya dinikmati orang-orang pemilik sah
kawasan utara negeri ini
semua berlangsung dalam kesiur angin utara.

Tanah Bandengan tanah kenangan
tanah Bandengan tanah impian
di situ kutanam bibit-bibit harapan masa depan
tapi nampkanya akan tertinggal jauh dalam pacuan
aku anak angin yang menyimpan banyak ingin
tapi tanahku semakin terbelah-belah
bagai derita masa lalu ibuku yang tabah.

Mimpilah selagi masih bisa bermimpi
angin utara masih setia mengipasi
sementara aku terduduk kehilangan
rencana-rencana yang telah direbut
orang-orang jauh dari seberang
pohon mahoni dan aku menyatu dalam bayang-bayang.

Bogor
Mei, 1994
"Puisi: Angin Utara (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Angin Utara
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top