loading...

Belajarlah dari Urat dan Jantung Gurumu yang Pecah itu


Kau harus selalu belajar dari guru-gurumu yang setia ini agar
kesetiaanmu bisa lebih dari mereka
menunggu sampai datangnya
sakaratul maut tanpa harus membuat perjanjian seperti mengirim
petaka melalui kantor pos terdekat dengan
paket khusus yang
tak pernah kau ketahui alamatnya sampai
kemudian kau terbaring
di antara lorong-lorong darah yang ramah dan pusat-pusat kota
yang tak lagi mengalirkan geriap air jiwa.

Pusat-pusat kota yang sejenak kau lupa sejarah ayah ibunya
ayah ibu yang tidak pernah mengajarkan
kezaliman di dalamnya
jadi kau harus selalu belajar dari guru-gurumu yang setia ini agar
kau mengerti bagaimana waktu selalu
menghindari kezaliman
jadi kau tak perlu memaksakan diri untuk meruntuhkan atmosfer
waktu kekuasaan atau peristiwa hidup dan mati yang tidak pernah
kau ketahui bagaimana tuhan menciptakan pusat-pusat kota
dan lorong-lorong darah yang bertolak ke air jiwa.
 
  
"Puisi: Belajarlah dari Urat dan Jantung Gurumu yang Pecah itu (Karya Acep Syahril)"
Puisi: Belajarlah dari Urat dan Jantung Gurumu yang Pecah itu
Karya: Acep Syahril

Post a Comment

loading...
 
Top