Buah Rindu
Datanglah engkau wahai maut
lepaskan aku dan nestapa
Engkau lagi tempatku berpaut
di waktu ini gelap gulita.
Kicau murai tiada merdu
pada beta bujang Melayu
Himbau pungguk tiada merindu
dalam telingaku seperti dahulu.
Tuan aduhai mega berarak
yang melipud dewangga raya
Berhentilah tuan di atas teratak
Anak Langkat musyafir lata.
Sesaat sekejap mata beta berpesan
padamu tuan aduhai awan
Arah manatah tuan berjalan
di negeri manatah tuan bertahan?
Sampaikan rinduku pada adinda
bisikkan rayuanku pada juita
liputi lututnya muda kencana
serupa beta memeluk dia.
Ibu, konon jauh tanah Selindung
tempat gadis duduk berjuntai
Bunda, hajat hati memeluk gunung
apatah daya tangan tak sampai.
Elang, Rajawali burung angkasa
turunlah tuan barang sementara
Beta bertanya sepatah kata
adakah tuan melihat adinda?
Mega telahku sapa
margasatwa telahku tanya
maut telahku puja
tetapi adinda manatah dia!
"Puisi: Buah Rindu (2) Karya Amir Hamzah"
Puisi: Buah Rindu (Bagian 2)
Karya: Amir Hamzah

Post a Comment

loading...
 
Top