loading...

Bunda

Dalam sepi angin malam
dalam gerak daun segala
dalam angguk mawar kusuma
Bunda kulihat duduk bercinta.

Dalam tepuk air di batu
dalam buai puncak kelapa
dalam bisik kumbang menyeri
Bunda kudengar memanggil anaknda.

Pelangi membangun laksana perahu
awan berarak behtera ditiru
bintang bertabur jempena serupa
Bunda kulihat duduk beriba.

Di dalam paya kumuda kembang
di atas tampuk embun bergantung
di dalam permata bunda terpandang
duduk menangis menyesal untung.

"Buah hati jauh permainan mata
hendak diseru suara tak daya
hendak dipanggil Kuasa Ta'ala
duduklah bunda berhati iba ...

Hati di dalam berseru-seru
mohonkan restu Tuhan suatu
moga bertemu sejurus lalu
dengan dikau biji mataku"

Wah bunda bagaimana menyeru
gelombang Melaka umpama gelora,
aduh bunda, mengapa merestu
awan tebal laksana dewala.

Bunga mawar putih setangkai
anaknda petik di kaki wilis
di atas bumi Jawa raya
akan penunggu telakapkan bunda.

"Puisi: Bunda (Karya Amir Hamzah)"
Puisi: Bunda (Bagian 1)
Karya: Amir Hamzah

Post a Comment

loading...
 
Top