Bunda
Batu sungai terserak putih
bintang bertabur gemerlapan cahaya
dipalut pualam pelangi persih
peraduan ibu melepaskan duka

Pohon kemboja tunduk temungkul
memayungi ibu beradu cendera
kusuma terapung tenggelam timbul
di atas lautan angin daksina.

Harum bunga melenakan ibu
sepoi angin mengulikkan bunda
patik pun tunduk berhati mutu
hendak pun menyepa tiada kuasa.

Dari jauh suara melambai
rasa bunda datang menegur
di atas awan duduk serangkai
dengan bintang angsoka hablur.

Bunga rampai di atas rimba
air selabu di pangkuan dinda
kami menangis tiada berasa
terkenangkan ibu beradu cendera.

Bunga mawar bunga cempaka
bunga melur aneka warna
dipetik dinda di halaman kita
akan penyapu telapakan bunda.

Air selabu patik bawakan
dari perigi dipagari batu
pada bunda kami sembahkan
akan pencuci telapakan ibu.

Puisi: Bunda (Karya Amir Hamzah)
Puisi: Bunda (Bagian 2)
Karya: Amir Hamzah

Post a Comment

loading...
 
Top