Gadis

Bahkan mata angin juga pun rimba
senang memeram wangi rambutnya
maka kebisuan pun
meminta seribu duga

Kembang turi yang dipungutnya
dulu ketika paceklik tiba
telah mekar pada mata
dengan akar minum ke jantung telaga

Bintang apa bergumpal di tenggara?
malam-malam bujang haus
bersandar di pohon siwalan
pagi datang, ranum-ranum buah mangga

Bahkan mata angin juga pun rimba
setia menjaga jejak kakinya
tanah coklat musim penghujan
diam-diam minta disungkal.

1978
"Puisi: Gadis (Karya D. Zawawi Imron)"
Puisi: Gadis
Karya: D. Zawawi Imron

Post a Comment

loading...
 
Top