loading...

Ketika Kata Jadi Belati
Buat Anggit, Ndra, Win dan Vi

Banyak yang tidak sejanji
ketika nurani ditinggalkan harum melati
digantikan mata belati
kata-kata menjadi tanda bahaya
wajah-wajah siratkan curiga
kemasan-kemasan mudah diubah
menjadi sesuatu sangat lain
angin siang kemarau panjang desa nelayan
angin malam simpan geram di aula
entah intro apa intermezzo
namun Anggit, Ndra, Win dan Vi
lebih mengerti dari kesiur angina musim
karena salam dan mata lebih bermakna dari sederet kata
lalu kuteduhkan gelisah bangkit tiba-tiba
kusandarkan dan kubaringkan
di beranda rumah tua
aku tak harus mencari ke mana-mana
karena tiga malam sangat ranum
membuat gemintang berpendaran dalam ruang
terima kasihku - Tuhan.

Bogor, 1994
"Puisi: Ketika Kata Jadi Belati (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Ketika Kata Jadi Belati
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top