Menunggu Angin

Aku masih di bawah pohon waru
menunggu angin gugurkan kelopak bunga
berdialog sunyi dengan cuaca simpan cahaya
berdialog sunyi dengan jiwamu simpan bebatu
berdialog sunyi dengan samudra simpan rajah kala
aku masih di bawah pohon waru
menunggu angin kabarkan berita baru
tentang petinggi yang tak lupa janji
tentang kemurahan bagi setiap orang anak wayang
matahari mulai menghitam di tabir uap darah anyir
sepanjang pesisir, darah para martir
aku masih menunggu angin 
aku masih menunggu angin.

Juli, 2002
"Puisi: Menunggu Angin (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Menunggu Angin
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top