Sampai kapan?


Sampai kapan?
Sampai kapan kau akan menunggu?
Bertahan dengan doa,
dengan senyuman pilu itu.

Karena siapa tahu
dia juga sedang menunggu.

Jadi sampai kapan?
Sampai kapan dia akan menunggu?

Dan bila mana semua menunggu,
lalu siapa?
Siapa yang akan mencari?

Semua hanya diam,
hanya keheningan.
Memohon di dalam doa,
mengumpat di dalam pengharapan.

Sampai suatu saat tiba,
sebuah pertanyaan menanyai hati:
"Kenapa?
Kenapa tidak aku yang memulainya?"
 
 
2 Februari 2018
"Puisi: Sampai kapan?"
Puisi: Sampai kapan?
Oleh: Arief Munandar

Post a Comment

loading...
 
Top