loading...

Narasi Tulang Rusuk
Tulang rusukku menjadi bulan
di Amsterdam, bagai selengkung daun gandum
Tak peduli di rantau
seseorang bisa merasa mempelai
Dengan gairah yang makin gatal.

Tulang rusuk yang lain telah menjadi iklan
dalam kotak berdinding kaca
Menghitung detik-detik hampa
memetik gitar seikat pohon mawar.

Ada bisik tak diucapkan
Senyum melesat melebihi kodrat
Di sini, cinta dan kesetiaan bisa dijual
di dalam di luar pagar
Langit terbelah dan bendera makin berdebar.

Jangankan untuk mendapatkan sorga
Masuk neraka pun orang harus membayar mahal.

"Puisi: Narasi Tulang Rusuk (Karya D. Zawawi Imron)"
Puisi: Narasi Tulang Rusuk
Karya: D. Zawawi Imron

Post a Comment

loading...
 
Top