Padang Kembara Kehilangan Risik Angin

Musim-musim tak lagi menghantar desau
letih sendiri bersabung dengan kemarau terlalu panjang
kau tak mungkin mencumbunya membuat menggeliat
lantas menghembus padang 
bersama aroma kembang-kembang
karena aku tak ada di situ
angin yang bagai nyanyi bebukitan
angin yang bercerita tentang irama gamelan
angin yang selalu kau syairkan.

Padang kembaramu telah kehilangan semua itu
dan kau lantas bicara pada diri sendiri:
"akulah penghuni kerajaan sepi"

Jangan bodoh dan merengek seperti anak bayi
di negeri ini yang kerdil akan menjadi rayap kuil
berdirilah dengan kaki yang terbuka
menghadap padang kembara
ceritakan pada dunia tentang derita manusia
dan hatimu yang penuh karisma
kebangkitanmu untuk menaklukan bencana-bencana
jangan pedulikan padang kembara 
yang kehilangan risik angin
jangan pedulikan di situ ada atau tidak diriku
kubur saja sepi-sepi dan segala tetek bengek nostalgia
di negeri ini ada kerja yang lebih berharga.

Jakarta, 1979
"Puisi: Padang Kembara Kehilangan Risik Angin (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Padang Kembara Kehilangan Risik Angin
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top