Bisnis

header ads

Puisi: Sebelum 2005

Sebelum 2005

Dengarlah saudaraku, dengarlah sekali lagi
sebelum kita berhaluan anjing.

Perjalanan panjang menghadapi umur
arwah moyang memuai mimpi ditindih mimpi:
kembalikan sejarah pada sejarah
kembalikan cinta pada cinta.

Karena sungguh, tidur masa kecilku
tidak senyenyak anak-anak kota,
mimpi-mimpiku
tidak seindah mereka anak-anak kota.

Terlintas, sesekali
sejarah tumbuh, subur, di ingatan mungil
si anak yang belum mengerti hukum.

(Pintu rumah digedor Indonesia Raya,
seminggu dua kali, dor!)

Satu lagi
badan-kosong-nyawa
tanpa baju
tertutupi daun pisang.
sebuah peringatan
dari ingatan:
kami penjajah kejam
kami bangsat.

2005
bertopeng nama damai
mereka berhenti 'perang
mereka berdamai dengan diri mereka sendiri.
Namun tidak membuat lupa
bahwa dulu: pintu rumah digedor
pada jam kelelawar mencari nyawa.

(Pintu rumah digedor Indonesia Raya,
seminggu dua kali, dor!)

28 Februari 2018

"Puisi: Sebelum 2005"
Puisi: Sebelum 2005
Oleh: Arief Munandar

Posting Komentar

0 Komentar