Semoga
Di sudut jantungku kubangun kincir salju.
Gilakah aku?
Dalam darahku berlayar kapal salju.
Lautkah aku?

Januari yang beku.
Bunga tulip di meja berwarna kaku.
Benda-benda kamar jadi kepalan tinju
mengarahkan kutuk ke alamatku.
Masih ingin kubangun kincir salju
seperti yang kulihat dalam mimpiku.

Langit megah dalam biru.
Begitu terbayang sebuah titik zarrah di padang salju,
aku berdoa:
Semoga dalam titik itu masih terselip sisa nafasku!

"Puisi: Semoga (Karya D. Zawawi Imron)"
Puisi: Semoga
Karya: D. Zawawi Imron

Post a Comment

loading...
 
Top