Yang Masih Ada

Suaranya masih ada
di antara kesiur angin
di pohon kota raya
sesiapa menangkap pesan
terkirim dari liang kerinduan
ya, lama menanam benih
dalam aroma uap plitur
jika terlambat tumbuh
dan tak sempat memetik buah
bukan berarti diri tak pintar
tapi kota tempat bermukim
telah kehilangan musim.

Seorang sahabat lama
berdoa sambil memandang guguran cemara
bisikkan tentang jaman yang berubah
meski masih ada tangis dan darah
meski orang hilang mimpi
meski orang hilang bayang
setidaknya ada yang harus ada.

Bogor
Juli, 2000
"Puisi: Yang Masih Ada (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Yang Masih Ada
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top