loading...

Bulu Burung

Burung yang mendadak terbang itu sama sekali tidak ingat lagi akan selembar bulunya yang tersangkut di ranting pokok kayu dekat rumahmu.

Selembar bulu yang tersangkut di ranting pohon belakang rumahmu itu tertiup angin dan tak lagi ingin mengetahui kenapa burung itu tadi tiba-tiba terbang.

Ia hanya berharap burung itu baik-baik saja setelah menuliskan niatnya di langit, yang selalu menerima saja apa yang digoreskan padanya.

"Puisi: Bulu Burung (Karya Sapardi Djoko Damono)"
Puisi: Bulu Burung
Karya: Sapardi Djoko Damono

Post a Comment

loading...
 
Top