loading...

Diterbangkan Takdir

Diterbangkan takdir aku sampai negeri-negeri beku
wajah-wajah dingin bagai mesin
menyambutku tanpa menyapa
kutelusuri lorong-lorong sejarah
hingga kakiku kaku
untung teduh wajahmu
memberiku istirah
hangat matamu
mendamaikan resahku
maka kulihat bunga-bunga sebelum musimnya
gemuruh mesin terdengar bagai air terjun
dan guguran daun-daun
meruap aroma dusun
maka dengan sendirinya
kusebut namamu
dan terus kusebut namamu
aku ingin kasih,
melanjutkan langkahku.

"Puisi: Diterbangkan Takdir (Karya Mustofa Bisri)"
Puisi: Diterbangkan Takdir
Karya: Mustofa Bisri (Gus Mus)

Post a Comment

loading...
 
Top