loading...

Doa

Kau pun buru-buru menangkap doa yang baru selesai
kauucapkan dan memenjarakannya di selembar kertas.
Ia abadi di situ.

Ia sudah mulai merasa tenang di lembaran kertas yang
hening ketika malam ini kau melisankannya keras-keras.
Alangkah indah bunyinya.

Tidak ada yang pernah mengatakan padaku seperti
apa sebenarnya hubunganmu dengan doa itu.

"Puisi: Doa (Karya Sapardi Djoko Damono)"
Puisi: Doa
Karya: Sapardi Djoko Damono

Post a Comment

loading...
 
Top