Hutan Hujan

Jalan setapak di hutan hujan itu
akan berujung di kalbu siapa
gerimis rindu menderas
dedaun dan rumputan tergagap menadah
sang pejalan tak tahu arah.

Hewan-hewan berlari lintang pulang
menunggu setiap detik mengirim tanda
atau jika kabut menyingkir
kubaca seraut wajah: milik entah ...

Dan di setiap simpang
mesin petunjuk arah hanya beku
menggumpal dalam rintih waktu
hingga kau dengar nyanyian itu
sayup harpa melamat di kalbu
lalu senyap
hanya senyap ...

Merbabu, 2011
"Puisi: Hutan Hujan (Karya Dorothea Rosa Herliany)"
Puisi: Hutan Hujan
Karya: Dorothea Rosa Herliany

Post a Comment

loading...
 
Top