Laut

Sekali-sekali telepon genggam perlu juga diajak piknik
atau jalan-jalan. Ke pantai, misalnya. Supaya makin luas
pandangannya. Makin lepas jangkauannya.
Di pantai ia jatuh cinta pada laut. Ia memanggil-manggil
nama laut, tapi suaranya lenyap ditelan laut.
Aku tiduran di atas pasir, sementara telepon genggam
sibuk memotret awan dan air, merekam derai dan desir.
“Silakan kau latihan mati,” katanya. “Aku ingin
begadang, mendengarkan bisikan-bisikan laut.”
Sekarang, bila aku sakit, telepon genggam suka
menggodaku dengan suara angin dan ombak. Lalu ia
perlihatkan profil bulan yang malu-malu. Profil ajal
yang diutus waktu. “Ingat, kau sudah latihan mati di
pantai,” bisiknya. Tiba-tiba aku mendengar
gemuruh laut.

"Puisi: Laut (Karya Joko Pinurbo)"
Puisi: Laut
Karya: Joko Pinurbo

Post a Comment

loading...
 
Top