loading...

Negeri Bencana

Alangkah giris lagu hujan. musim yang
terlalu cepat menyeberangi tanah-tanah
pecah dan padang tandus. kunikmati
kehangatan rindu yang berhamburan
bersama uap hujan.

Tapi tak bisa kurasakan tanah bencana.
mangkuk-mangkuk bubur diaduk debu. dan
burung bangkai yang tak sabar menunggu.

Tapi tak bisa kurasakan tubuh yang
gemetar. tulang-tulang gemerutuk dan
pasir-pasir yang tiba-tiba berdarah.

Dengarlah angin: ia tak lagi menerbangkan
debu-debu. tapi bau daging saudaramu.


Mimpi Gugur Daun Zaitun, 1999
"Puisi: Negeri Bencana (Karya Dorothea Rosa Herliany)"
Puisi: Negeri Bencana
Karya: Dorothea Rosa Herliany

Post a Comment

loading...
 
Top