Perempuan Perkasa itu Bernama Ibu

Telah kau suratkan
dengan cinta dan kesabaran
dalam memaknai kehidupan
bagi putra-putri harapan
pewaris masa depan.

Telah kau kidungkan
setiap senja sepanjang musim
dalam memaknai hasta bratha
dalam melakoni ajaran hidup benar
aku menandai jejakmu, ibu.

Dalam hidup ini kau ajarkan
yang bernilai dan dimuliakan
adalah janji dan kesetiaan
adalah sumpah dan kejujuran
agar selalu diteguhkan

Cintamu samudra bagi semua
senyum arifmu melati senja
ketabahanmu gunung raja
telah kau pesan wanti-wanti
jangan pernah mengkhianati cinta.

Cempaka
November, 2008
"Puisi: Perempuan Perkasa itu Bernama Ibu (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Perempuan Perkasa itu Bernama Ibu
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top