loading...

Pohon Rambat

Pohon rambat itu mendaki anjang-anjang yang
kaujalin di pekarangan belakang rumahmu.

Pada pagi hari warna sekeliling menjadi kuning seperti
bunganya meskipun daun-daunnya bertahan hijau.

Tanpa pernah memperhatikan warna apa sebenarnya
yang dikehendakinya, pohon itu terus mendaki sampai
seluruh jaringan yang kaubuat itu penuh.

Dan belalainya mulai berpikir ke mana lagi harus
mendaki untuk menunjukkan bahwa apa yang sudah
kaukerjakan itu tidak tampak sia-sia.

"Puisi: Pohon Rambat (Karya Sapardi Djoko Damono)"
Puisi: Pohon Rambat
Karya: Sapardi Djoko Damono

Post a Comment

loading...
 
Top