loading...

Poster Setengah Telanjang
untuk AM

Si kecil yang suka makan es krim itu sudah besar
dan perawan, sudah tidak pemalu dan ingusan.
Ia gemar melucu dan pintar juga menggodamu.
"Kau penyair ya? Kutahu itu dari kepalamu
yang botak dan licin seperti semangka."

Kau tergoda dan ingin lebih lama terpana
ketika matanya mengerjap dan bulan muncrat
di atas rambutnya yang hitam pekat.

Malam heboh sekali.
Orang-orang mulai resah menunggu kereta.
"Perempuan, kau mau ikut?"
"Emoh ah," katanya.

Kereta sudah siap.
Para pelayat berjejal di dalam gerbong
sambil melambai-lambaikan bendera.
"Perempuan, ikutlah bersama kami.
Kita akan pergi menyambut revolusi."

"Ah, revolusi. Revolusi telah kulipat
dan kuselipkan ke dalam beha."

"Lancang benar ia. Berani menantang kita
dengan senyumnya yang sangat subversif.
Ia sungguh berbahaya."

Lonceng terakhir telah selesai menyanyikan
"Sepasang Mata Bola”". Tinggallah malam
yang redam, langit yang diam.
Tinggallah airmata yang menetes pelan
ke dalam segelas bir yang menempel pada dada
yang setengah terbuka, setengah merdeka.

1997
"Puisi: Poster Setengah Telanjang (Karya Joko Pinurbo)"
Puisi: Poster Setengah Telanjang
Karya: Joko Pinurbo

Post a Comment

loading...
 
Top