Skenario Drama Percintaan

Anakku muntah ketika televisi memainkan
lagu-lagu cinta.

dan inilah adegan yang harus dimainkan
: bunga, perempuan, pisau, darah, dan laki-laki, birahi
hanyalah serentet narasi yang tak rampung-rampung
dibacakan. kalimat-kalimat bagai rumput liar yang terus
berbiak. mereka melukiskan fatamorgana.

dan inilah adegan yang harus dimainkan: cacing-cacing
tanah yang berbiak. kuman-kuman bergerombolan dalam
hatimu. dan tanganmu yang mengayunkan pisau.
sebuah jeritan, diteriakkan tanpa penghayatan...

anakku....

1992
"Puisi: Skenario Drama Percintaan (Karya Dorothea Rosa Herliany)"
Puisi: Skenario Drama Percintaan
Karya: Dorothea Rosa Herliany

Post a Comment

loading...
 
Top