Wanita dan Bumi Merdeka

Sejarah menulisnya,
dari kejayaan Ratu Sima sampai Gayatri
dari kepahlawanan Cut Nyak Dhien sampai Laskar Srikandi
dari perjuangan Sartika dan Kartini
setiap alihnya masa
nusantara memiliki puteri puteri kebanggaan
kebanggaanku, kebanggaan kaumku
sekarang pun kita punya benih dari mereka
beribu bahkan berjuta
dari bukit-bukit tanah Irian sampai pantai Sumatera
dari lembah-lembah Kalimantan sampai jantung ibukota
betapa kini cucu-cucu Kartini
menggempur keterbelakangan
berkarya buat kesejahteraan
merekalah Kartini-Kartini yang berprestasi tinggi
tapi siapa bilang seluruh wanita nusantara
pejuang militan perikemanusiaan
siapa bilang seluruh putri muda bumi merdeka
meteor-meteor genius kader bangsa
tidak seluruh wanita kaumku
Sartika dan Srikandi muda
jangan coba menutup muka
dan pura-pura bertanya: dimana.... siapa?
Siapapun bisa bicara
siapapun bisa melihat
dimana-mana ada
terlebih di setiap jantung kota
betapa kemajuan nilainya diputarbalikkan
betapa keindahan kurnia Tuhan telah diperdagangkan
dalam peragaan dada terbuka
dalam bentuk-bentuk paha yang digerakkan safari neraka
tapi itu mode, kata mereka
contoh terakhir dari Dior dan Italia
inilah: Modern, up to date!
Inilah : freedom of love, freedom of life!
Omong kosong dengan segala macam
freedom dan termodern itu!
Hooi! Kupanggil semua kamu!
Kuseru namamu:
Kaumku, kaum ibu, cucu-cucu Kartini tercinta
gadis petani atau pun putri panglima
Hayo! Dimana itu nyala api kebangkitan
yang membakar cita-cita
dimana itu naskah Ratu Sima yang pernah
mengagungkan wanita
cari itu semua sebelum keburu tua
singsingkan kain lemparkan selendang
penghalang!
Tapi bukan berarti Supermini yang kau kenakan
memakainya, kau takkan bisa bekerja tenang
karena selalu melirik pahamu sendiri yang telanjang
kamu bukan bunga hiasan!
Kamu pun bukan boneka etalase toserba!
Tapi engkaulah bagi kami, harapan hari lusa
dimana karya dan derma
sebagian rintisan masa muda
buat mengisi bumi merdeka!

Yogya
Desember, 1973
"Puisi: Wanita dan Bumi Merdeka (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Wanita dan Bumi Merdeka
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top