loading...

Biografi di Atas Meja Makan

Orang biasa makan di meja itu. Tetapi piring dan gelas seperti lembaran kain, menyimpan setiap dugaan dan kesimpulan. Segala kaleng, kaca dan besi berjatuhan di situ. Semua telah biasa juga, setelah penyerbuan Amerika ke Panama, dan orang-orang dalam karung di tengah hutan, dilepaskan dari kehangatan tubuhnya.

Aku telah menutup puisi kiranya, sebelum ragu, hanya karena tak ada ledakan dalam pikiranmu yang risau. Kemudian meja makan jatuh bersama riwayat hidupmu yang deras di situ, tak berpenghuni lagi. Merasakan diri tanpa siapa pun, jadi kekerasan memberi arti.

Ia menggenang pada setiap lemari yang menatapmu, lonceng jam berdentang, pintu terbuka. Masih aku kenali semuanya, tak jauh dari mereka yang memilih berada di luar sana. Riwayat hidupmu, kian mengucur deras di situ, seperti tubuh beku, memilih sebuah sudut untuk selesai.

Meja makan telah disusun lagi, di antara taplak, piring, dan sendok saling beradu. Riwayat hidupmu dibaca lagi, penuh kawat berduri, dan orang-orang berlalu, menggenggam jari-jari tangannya sendiri.


1990
"Afrizal Malna"
Puisi: Biografi di Atas Meja Makan
Karya: Afrizal Malna

Post a Comment

loading...
 
Top