Desember itu

Desember itu,
petang pedas kala itu.
7 tahun yang lalu,
yang berlalu seperti perjalanan api.

Januari menjemput ia,
membawanya pada wajah-wajah baru.
Kering dedaun jiwa,
tiada mendung di musim hujan.

Satu per satu ranting menghindari langit,
bumi sudah lama menunggunya.
Beberapa daun ikut bersamanya,
begitulah akhirnya.

3 Januari 2016
"Puisi: Desember itu"
Puisi: Desember itu
Oleh: Arief Munandar

Post a Comment

loading...
 
Top