loading...

Kereta yang Berangkat

Rupanya telah sampai saatnya kereta
berangkat. tinggal aku yang mesti lambaikan
tangan. cerita-cerita yang tinggal
berceceran. kau di luar kaca jendela, dan
bayangan-bayangan pohon dan kota-kota yang kabur.

kereta telah berangkat, lalu ada yang kemudian kuingat,
ucapan yang kelam, "selamat jalan!"
tinggal wajahmu yang selalu dalam cermin, dan selalu
tak mungkin kembali kutemukan.

1988
"Puisi: Kereta yang Berangkat (Karya Dorothea Rosa Herliany)"
Puisi: Kereta yang Berangkat
Karya: Dorothea Rosa Herliany

Post a Comment

loading...
 
Top