loading...

Ketika Kau Tak Ada

Ketika kau tak ada, masih tajam seru jam dinding itu
Jendela tetap seperti matamu
Nafas langit pun dalam dan biru, hanya aku yang
Menjelma kata, mendidih, menafsirkanmu

Kau mungkin jalan menikung-nikung itu
Yang menjulur dari mimpi, yang kini
Mesti kutempuh, sebelum sampai di muaramu
Sungguh tiadakah tempat berteduh di sini?

Kalau tak ada di antara jajaran cemara itu
Kepada Siapa meski kucari jejak nafasmu?
Magrib begitu deras, ada yang terhempas
Tapi ada goresan yang tak akan terkelupas.

"Puisi Sapardi Djoko Damono"
Puisi: Ketika Kau Tak Ada
Karya: Sapardi Djoko Damono

Post a Comment

loading...
 
Top