loading...

Kisah Cinta Tak Bersalah

Bapak mulai merasa bersalah telah menyintai aku. Membuat ia menangis ketika aku mati. Bapak juga merasa bersalah telah menyintai ibu. Membuat ia mati ketika ibu ternyata menyintainya juga. Bapak merasa bersalah telah menyintai tetangga dan teman-temannya, membuat kesedihan ketika hari-hari jadi penuh tegur sapa: Ada keramik buatan Cina, juga permadani dari Irak di rumah. Bapak tidak pernah tahu, kalau ada keramik dan permadani juga di Kuba.

Bapak bersiul-siul merdu dan pilu. Merasa bersalah pada orang-orang yang mengucapkan cinta pada kekasihnya. Bapak kemudian melihat lelaki dan perempuan saling berbagi sikat gigi. Lalu bapak jadi tentara, mengorbankan nyawanya di malam hari, membacakan cerita-cerita pahlawan yang disunting putri raja. Aiiih: Kenapa orang masih percaya, pada kebahagiaan dan kesedihan.

Lalu bapak menyusun dirinya kembali, dari body lotion, styling foam, dan pil strong of night: Indonesia raya! Sumpah Pemuda! Pembangunan! Kenapa aku membangun kamar mandi seperti itu juga, aiih...

1991
"Afrizal Malna"
Puisi: Kisah Cinta Tak Bersalah
Karya: Afrizal Malna

Post a Comment

loading...
 
Top