Manila Bay, Senja

Kau membawaku pada puncak gelombang
Dan gelombang membakarku dengan sepinya
Sebelum gelap turun, masih kubaca sisa topan
Nafasmu seakan bisikan yang jauh, seakan
Sekarat langit yang panjang

Keperihanmu adalah borok bumi yang kekal
Dan kau menuntunku pada pusat nyerinya
Sebelum ajal tiba, kupuja eranganmu dengan cinta
Kepalsuan dan dusta yang sama. Darahku tumpah lagi
Lautan tetaplah garam yang menyirami luka.


"Puisi Acep Zamzam Noor"
Puisi: Manila Bay, Senja
Karya: Acep Zamzam Noor

Post a Comment

loading...
 
Top