loading...

Matinya Seorang Petani
(buat L. Darman Tambunan)

(1)
Depan kantor tuan bupati
tersungkur seorang petani
karena tanah
karena tanah

Dalam kantor barisan tani
si lapar marah
karena darah
karena darah

Tanah dan darah
memutar sejarah
dari sini nyala api
dari sini damai abadi

(2)
Dia jatuh
rubuh
satu peluru
dalam kepala

Ingatannya melayang
didakap siksa
tapi siksa cuma
dapat bangkainya

Ingatannya ke jaman-muda
dan anaknya yang jadi tentara
- ah, siapa kasi makan mereka? -

Isteriku, siangi padi
biar mengamuk pada tangkainya
kasihi mereka
kasihi mereka
kawan-kawan kita
suram
padam
dan hitam
seperti malam

(3)
Mereka berkata
yang berkuasa
tapi membunuh rakyatnya
mesti turun tahta

(4)
Padi bunting bertahan
dalam angin
suara loliok* disayup gubuk
menghirup hidup
padi bunting
menari dengan angin
 
Ala, wanita berani jalan telanjang
di sicanggang, di sicanggang
di mana cangkul dan padi dimusnahkan

Mereka yang berumah penjara
bayi di gendongan
juga tahu arti siksa

Mereka berkata
yang berkuasa
tapi merampas rakyatnya
mesti turun tahta
sebelum dipaksa

Jika datang traktor
bikin gubuk hancur
tiap pintu kita gedor
kita gedor.


1955
* Loliok ialah suling dari batang padi dalam sebutan kanak-kanak.
"Agam Wispi"
Puisi: Matinya Seorang Petani
Karya: Agam Wispi

Post a Comment

loading...
 
Top