Padang Rumput

Aku meneduh di pertinggian hening. getar rumput menahan
kengerian yang dibuka di padang-padang. lolongan sia-sia
dari negeri-negeri jauh yang bersekutu dengan kematian.

mengucaplah nama-nama sunyi: siapa yang dekat dengan
alis mataku. berpamit dari manusia hanyalah peristiwa ajal
yang menyiksa matahari.

kalaulah burung pecah ia kembali jadi langit. kalaulah ikan
pecah ia kembali jadi laut. kalaulah rumput pecah ia kembali 
jadi tanah. kalaulah bunga pecah ia kembali jadi angin.

gajah itu semakin membengkak di mataku membawa-bawa
jarum jam. membawa-bawa padang rumput. dunia tidak di
sini!

aku meneduh dalam serba kebisuan
hanya jarum jam digerak-gerakkan angin. sendiri.


1982
"Afrizal Malna"
Puisi: Padang Rumput
Karya: Afrizal Malna

Post a Comment

loading...
 
Top