Penjara Tajam

Di sampingku sebuah kamus. Untuk menggulingkan tubuh. Untuk menggulingkan pakaian. Halamannya, racun dalam kesunyian. Hanya kamus. Tajam. Berdarah. Pernah begitu ribut membuat kawat berduri, antara ranjang dan kuburan. Hanya kamus. Dari perang untuk menciptakan cerita. Dari dongeng untuk menciptakan tuhan. Kata-kata berjatuhan ke dalamnya, mengambil tajamnya. Mengambil darahnya. Matanya mengambil tatapannya. Membuatku tak bisa melihat nyanyian panjang tentang kita. Mengerang, seperti mesin foto copy dalam mulut bersama.


"Afrizal Malna"
Puisi: Penjara Tajam
Karya: Afrizal Malna

Post a Comment

loading...
 
Top