loading...

Perjalanan Gagu

Tak kutemukan pintu, langkah yang senantiasa terpenggal
percakapan, mimpi pun terus menerus mengalir. tapi
tak juga kutemukan pintu. cuma daun jendela, dan lukisan
dan cat yang mengelupas sebab usia.
-daun pun telah rebah ke tanah yang fana!

Tak kutemukan pintu, cuma daun jendela. untuk
mengalirkan kegelisahan warna-warna cat, untuk lukisan
perjalanan. untuk kemudian mencium bau hangat nafasmu
dalam kaca. rebahlah, sebelum semua jendela!

1988
"Puisi: Perjalanan Gagu (Karya Dorothea Rosa Herliany)"
Puisi: Perjalanan Gagu
Karya: Dorothea Rosa Herliany

Post a Comment

loading...
 
Top