Personifikasi dari 70 KM

Di lenganku masih ada kota tak terduga. Kau sodorkan tradisi yang jauh, dari kue dan kopi. asap sampah membuat mainan di situ, antara tawamu jadi makhluk berdua. Anak-anak berlari, membuat tiang-tiang listrik jadi sore. Kutahu lagi bajuku tersetrika rapi, menyimpan barang-barang tetangga. Cinta telah membuat mahluk baru, antara berdua. Ikut pula membuat jari-jari tanganmu, tambah dewasa.

Di kamar mandi, masih sempat kukenang lagi: Ketakutan pada handuk dan sikat gigi yang lain, antara lampu, tanaman di pagar menyusun senja.

- Ah, cinta, adalah seluruh keherananku pada manusia -

Masih ada waktu, kita makan malam, sayur asam, dan soto Betawi. Sejak kerudung rambutmu menyentuh masa kanak-kanakku di situ, aku gemetar oleh mahluk baru, tumbuh di bahuku.

Tubuhku jadi dua, yang satu tak pernah tidur mengisi air di kamar mandi, penuh oleh dirimu tak henti-henti; yang lain membuat sajadah di keningku berbahaya.

Ah, malam, taxi, cinta: di luar orang masih membuat kata tanpa setahuku, seperti telur... 
berjatuhan dari lenganku.

1992
"Afrizal Malna"
Puisi: Personifikasi dari 70 KM
Karya: Afrizal Malna

Post a Comment

loading...
 
Top