Senantiasa Bercerminlah pada Angin

Pengembaraan yang tak terputus oleh waktu
yang menempel pada jam-jam. jarum yang tak menusuk
namun tajam. pengembaraan, hanya penggalan-penggalan
nyanyian kesunyian. wahai, bisikanmu yang sayup
-tak tertangkap bau nestapaku yang larut
dalam tanah pekuburan.

"senantiasa, bercerminlah pada angin!"
yang turun dari bukit-bukit. Senantiasa 
melepaskan igauan-igauan yang diusungnya
dari rumah-rumah nestapa.

tapi kenapa di bangku itu? membeku saja, dan 
menghitung senantiasa lembar demi lembar usia
-yang berdebu dan terluka.

1988
"Puisi: Senantiasa Bercerminlah pada Angin (Karya Dorothea Rosa Herliany)"
Puisi: Senantiasa Bercerminlah pada Angin
Karya: Dorothea Rosa Herliany

Post a Comment

loading...
 
Top