Sungai, Tabanan

Kami berhenti dan memandang ke arah sungai
para perempuan sedang menebarkan bibit-bibit kabut di arus
yang riciknya terdengar dari kejauhan
kami berteriak, "apa nama sungai itu?"; tetapi hanya tawa
mereka menyahut, berderai
dan ketika kami mencapai tepi sungai, para perempuan itu
ternyata tak ada - dan kabut menutupi arus sungai
sehingga kami tak tahu ia mengalir ke selatan atau
utara.

"Puisi Sapardi Djoko Damono"
Puisi: Sungai, Tabanan
Karya: Sapardi Djoko Damono

Post a Comment

loading...
 
Top